• Selasa, 7 Februari 2023

Populasi Manusia di Bumi Capai 8 Miliar: Apakah Bumi Kelebihan Penduduk?

- Minggu, 20 November 2022 | 10:00 WIB

halopedeka.com - Pada tahun 1800, ada sekitar 1 miliar jiwa di muka Bumi. Sejak itu, populasi manusia di bumi telah meningkat delapan kali lipat hingga mencapai angka 8 miliar pada tahun 2022 (lihat gambar 1), dan diperkirakan naik melebihi 10 miliar pada 2050. Akankah populasi manusia di bumi terus bertumbuh tanpa terhindarkan? Akankah dalam jangka panjang menjadi stabil? Haruskah kita berusaha mengurangi atau menghentikan pertumbuhan ini?

Secara sederhana, populasi manusia di bumi meningkat karena jumlah kelahiran melampaui kematian, dengan perbandingan dua banding satu. Surplus kelahiran pertama kali terjadi dua abad lalu di Eropa dan Amerika Utara, ketika mortalitas mulai menurun. Hal ini menandai dimulainya apa yang oleh ilmuwan disebut “transisi demografi”.

Transisi ini kemudian menyebar ke seluruh planet seiring kemajuan sosial dan ekonomi, berpadu dengan peningkatan kebersihan dan obat-obatan, sehingga mengurangi tingkat kematian. Akibatnya populasi manusia di bumi meningkat cepat. 

Pertumbuhan penduduk yang cepat di Afrika

-
 
Gambar 2: Tingkat pertumbuhan penduduk dunia 1700-2100. Gilles Pison, based on United Nations dataCC BY

Tetap saja, tingkat pertumbuhan penduduk sebenarnya memuncak setengah abad lalu dengan lebih dari 2%, dan sejak itu telah turun setengahnya menjadi 1% pada 2022 (lihat gambar 2).Tren ini seharusnya berlanjut dalam dekade-dekade mendatang karena fertilitas menurun di tingkat global, dari 5 anak per perempuan pada 1950 menjadi 2,3 anak saat ini.

Pada tahun 2022, daerah yang fertilitasnya tetap tinggi (di atas 2,5 anak per perempuan) meliputi hampir seluruh Afrika, beberapa negara di Timur Tengah, dan sebagian Asia yang membentang dari Kazakhstan hingga Afghanistan dan Pakistan (lihat peta di bawah ini). Inilah daerah yang akan mendorong pertumbuhan populasi manusia di bumi pada masa depan.

Pertumbuhan penduduk di Afrika akan jadi tren kunci pada dekade mendatang. Populasi manusia di Afrika, termasuk Afrika Utara, dapat meningkat tiga kali lipat pada akhir abad ini. Menurut proyeksi menengah PBB, populasi manusia di bumi dapat meningkat dari 1,4 miliar penduduk pada 2022 menjadi 3,9 miliar pada 2100.

Sementara itu, secara global, satu dari enam orang sekarang ini hidup di Afrika; proporsinya mungkin akan lebih dari satu dari tiga dalam satu abad dari sekarang. Pertumbuhan khususnya berlangsung sangat cepat di Afrika sub-Sahara, tempat populasi manusia di bumi mungkin naik dari 1,2 miliar pada tahun 2022 menjadi 3,4 miliar pada tahun 2100.

Fertilitas dunia (2022), rerata jumlah anak per perempuan

-
Gambar 3: Fertilitas dunia (2022), rata-rata jumlah anak per perempuan. Gilles Pison, berdasarkan data PBB

Apa yang akan terjadi pada dekade mendatang?

Gambaran ini hanyalah proyeksi, dan tak seorang pun bisa memprediksi masa depan. Meski begitu, proyeksi demografi cukup bisa diandalkan untuk memperkirakan ukuran populasi manusia dibumi dalam 10, 20, atau 30 tahun mendatang.

Kebanyakan orang yang bakal hidup pada tahun 2050 sudah lahir, jumlah mereka diketahui, dan kita bisa menaksir dengan cukup akurat proporsi berapa yang akan mati. Demikian pula, perempuan yang akan mengandung anak dalam 20 tahun ke depan sudah hidup sekarang, dan bisa dihitung. Dengan memperkirakan potensi fertilitas mereka, kita bisa menentukan jumlah kelahiran di masa depan dengan cukup akurat.

Halaman:

Editor: Pramesti Utami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Rahasia Umur Panjang hingga 100 Tahun

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:00 WIB

Cara Negara Eropa Tangani Limbah Makanan

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:00 WIB

Menguak Kemampuan Kognitif pada Binatang

Jumat, 13 Januari 2023 | 15:00 WIB

GB WhatsApp Bisa Munculkan Data Pesan WA Terhapus

Selasa, 3 Januari 2023 | 12:00 WIB

Apa Hubungan Cuaca Ekstrem dengan Krisis Iklim?

Kamis, 29 Desember 2022 | 18:00 WIB

Cara Memanfaatkan Tempe untuk Mengobati Diabetes

Jumat, 16 Desember 2022 | 20:00 WIB
X