• Selasa, 7 Februari 2023

Jumlah Penduduk Cina Menurun, Apa Dampaknya Bagi Dunia?

Pramesti Utami
- Minggu, 22 Januari 2023 | 19:00 WIB

halopedeka.com - Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, populasi Cina menurun dan diperkirakan akan berkurang setengahnya pada akhir abad ini.

Setelah penurunan selama beberapa tahun, saat ini Cina telah memasuki era, yang disebut oleh pejabat pemerintahnya sebagai, “pertumbuhan populasi negatif”, dengan tingkat kelahiran nasional mencapai rekor terendah. Angkanya sebesar 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Cina telah lama menjadi negara terpadat di dunia. Terlepas dari tahun-tahun masa kelaparan (sekitar 1959-61) yang disebabkan oleh kampanye politik industrialisasi “Great Leap Forward” (Lompatan Jauh ke Depan), populasi Cina meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir.

Pertumbuhan populasi Cina yang cepat mulai melambat mulai tahun 1970-an, ketika pemerintah memperkenalkan program keluarga berencana karena mengkhawatirkan overpopulasi. Langkah yang berdampak paling luas adalah kebijakan satu anak (one-child policy) - diadopsi pada tahun 1980. Kebijakan ini yang membatasi setiap rumah tangga untuk hanya memiliki satu anak (dengan pengecualian untuk anggota etnis minoritas, rumah tangga di pedesaan, dan anak dari dua anak tunggal).

Sumber data mengenai populasi Cina dikenal tidak dapat diandalkan dan sangat bervariasi, tergantung pada siapa yang menghitungnya. Menurut Badan Statistik Nasional Cina, negeri panda itu berpenduduk 1,4117 miliar jiwa pada akhir 2022. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan 1,4126 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, data dari United Nations Population Fund memperkirakan jumlah populasi di Cina mencapai 1,4485 miliar. Sementara itu, data World Population Review memperkirakan 1,426 miliar populasi.

Perbedaan mengenai proyeksi tren populasi ini didasarkan pada asumsi dan sumber data yang berbeda. Ini mengarah ke harapan yang berbeda tentang bagaimana masyarakat Cina akan berkembang dari waktu ke waktu.

Semakin maju proyeksi ini dibuat, semakin sulit jadinya. Banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana tingkat kesuburan meningkat selama dekade terakhir ini - apalagi setengah abad. Jadi, prediksi bahwa populasi Cina akan berkurang setengahnya pada tahun 2100 perlu dipahami dengan hati-hati. Ini karena prediksi-prediksi tersebut bergantung pada asumsi tentang bagaimana perkembangan masyarakatnya.

Apa artinya bagi dunia?

Ketika lebih banyak orang hidup lebih lama – dan lebih sedikit bayi yang lahir – akan ada dua konsekuensi: jumlah tenaga kerja yang menyusut dan biaya yang meningkat untuk orang-orang di usia tua.

Halaman:

Editor: Pramesti Utami

Sumber: The Conversation

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Rahasia Umur Panjang hingga 100 Tahun

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:00 WIB

Menguak Kemampuan Kognitif pada Binatang

Jumat, 13 Januari 2023 | 15:00 WIB

Awas! Krisis Iklim Musnahkan Sumber Air Minum Asia

Jumat, 30 September 2022 | 12:00 WIB

Ternyata, Seperti Ini Efek Anti Diabetes Tempe

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:20 WIB
X