Strategi Kolaboratif dan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK)

Misbah F
- Jumat, 18 Agustus 2023 | 20:05 WIB
Kolaborasi Multisektor (MF)
Kolaborasi Multisektor (MF)

Halopedeka.com - Pembangunan Kualitas dan Pemerataan Pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak. Strategi kolaboratif yang berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan angka partisipasi kasar.

Pendidikan merupakan aset sekaligus tugas dari kita bersama dalam mencetak SDM yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. SDGs Academy Indonesia melalui Program Kepemimpinan SDG Academy Indonesia telah mengumpulkan insan-insan penggerak pemajuan Pendidikan dan pencegahan Kemiskinan untuk belajar, berkolaborasi dan membangun networking dalam menyelesaikan permasalahan Pendidikan dan Kemiskinan di Indonesia, khususnya dalam pencapaian SDGs 2030. Tujuan dari program ini adalah Memberdayakan pemimpin di sektor publik dan swasta di Indonesia untuk secara efektif dan bijak menggunakan kerangka TPB (SDG), dalam rangka membawa Indonesia mencapai agenda pembangunan berkelanjutan 2030.

Sebagai wujud nyata dan kontribusi peserta SDGs Academy Indonesia Batch IV ini, salah satu kelompok Pendidikan, yaitu Education 3 memiliki capstone project yang bertujuan untuk meningkatkan APK lulusan SMA/sederajat di Kota Serang, Provinsi Banten. Provinsi Banten dipilih karena sebagai salah satu Provinsi terdekat dari Jakarta, Pada tahun 2023, Rasio APK pada tingkat SMA/sederajat tahun 2022 adalah 75,49 di Provinsi Banten. Kota Serang sendiri dipilih oleh Education 3 karena sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, siswa yang putus sekolah di Kota Serang sebanyak 133 anak, dari mulai SD hingga tingkat SMA (banpos.co). Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Tubagus Suherman, Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten masih belum mengentaskan angka putus sekolah hingga tahun 2023 ini. Selanjutnya, banyak diantara siswa yang putus sekolah bukan hanya akibat ekonomi tapi juga karena masalah keluarga dan perundungan.

Capstone project yang digalahkan oleh Education 3 ini bertujuan untuk mengurangi angka putus sekolah khususnya pada tingkat SMA/sederajat, memberikan future life-skills bagi pelajar SMA/sederajat agar kompetensi yang dimiliki dapat memenuhi kebutuhan serta mendapatkan akses ke Dunia Usaha Dunia Industri (link and match), mendampingi para siswa agar siswa yang mengalami perundungan atau masalah dikeluarga agar tetap berada dan bisa bersekolah sampai lulus, serta mencetak Life-skill Ambassador yaitu mencetak Local Champion dari pemuda/i yang telah mengikuti berbagai pelatihan lifeskills.

Lokus pada capstone project ini adalah SMKN 2 Serang yang dimana SMKN ini merupakan SMK Pusat Keunggulan dan memiliki berbagai program studi yang sejalan dengan industri 4.0 sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri saat ini. Hasil yang diharapkan pada projek ini adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) di Provinsi Banten meningkat, meningkatnya partisipasi remaja (15 sd 24 Tahun) dalam Pendidikan dan Pelatihan Formal dan non Formal dalam 12 tahun terakhir menurut jenis kelamin, meningkatnya proporsi Remaja (15-24 Tahun) dengan keterampilan TIK, serta menurunnya presentase usia muda (15-24 tahun) yang sedang tidak sekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan.

Sesuai dengan Goals ke 18 dalam SDGs dimana kemitraan dan kolaborasi menjadi penting dalam pencapaian SDGs, maka dalam menjalankan Capstone project ini untuk memastikan projek dapat berjalan dan berkelanjutan, Education 3 bekerja sama dengan NGO lokal yaitu ISBANBAN, Platform Pijar.co.id, Frisian Flag, dan Balai Guru Penggerak Provinsi Banten. ISBANBAN Foundation (Yayasan Istana Belajar Anak Banten) adalah organisasi non-profit yang digerakkan oleh anak-anak muda Banten yang memiliki visi untuk meningkatkan akses dan kualitas Pendidikan anak-anak di Banten melalui pendirian Taman Baca dan pemberian Beasiswa Sekolah. Mereka melakukan berbagai program pelatihan dan pendampingan dalam rangka mencerdaskan anak-anak Banten serta meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan di Provinsi Banten. Keberadaan ISBANBAN dalam projek ini sangat penting, karena sebagai putra daerah, maka mereka lebih memahami kondisi dan kebutuhan sesungguhnya dari Provinsi Banten.

SGDS
SGDS (MF)

Pijar Foundation adalah organisasi dan ekosistem nirlaba yang didedikasikan untuk membangun jalan menuju masa depan Indonesia, dengan fokus pada dua bidang tematik: Planet Masa Depan dan Bakat Masa Depan. Mereka menghubungkan dan memberdayakan ribuan pemangku kepentingan strategis dari sektor swasta, pemerintah, lembaga pendidikan, LSM, dan masyarakat untuk memaksimalkan kolaborasi dan menghadirkan ide, inovasi, dan kebijakan terbaik untuk mendukung tren, tantangan, dan peluang di masa depan agar dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi Indonesia. Pada projek ini, Pijar Foundation akan berkontribusi dalam menyediaan platform pelatihan yang dapat digunakan oleh siswa dengan gratis atau tidak berbayar. Kedua mitra ini yang menjadi katalisator dalam capstone projct Education 3 yang kemudian mengembangkan kerjasama dan kemitraan ini dengan Frisian Flag Indonesia dan Balai Guru Penggerak.

Baca Juga: Merdeka Belajar Wujud Gotong Royong dalam Transformasi Pendidikan

Kontribusi Frisian Flag Indonesia dalam projek ini adalah mereka bersedia akses terhadap skill yang dibutuhkan melalui pelatihan berupa narasumber, serta memperkenalkan siswa terhadap dunia industri. Kemudian diharapkan kedepan siswa-siswa ini berkesempatan untuk kerja di Frisian Flag setelah lulus SMK. Sedangkan Balai Guru Penggerak Provinsi Banten diharapkan dapat berkontribusi dengan menggerakkan Guru Penggeraknya agar dapat melakukan bimbingan dan pendampingan bagi guru dan siswa di SMKN 2 Serang.

Pertemuan dengan Kepala Sekolah dan Ketua Program Studi di SMKN 2 Serang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2023 dimana Kepala Sekolah dan Ketua Program Studi menyambut baik Capstone project ini, apalagi keberadaan ISBANBAN sebagai putra daerah diharapkan dapat membantu permasalahan yang dihadapi SMKN 2 Serang dalam menyalurkan siswa-siswa yang telah lulus ke Dunia Usaha dan Dunia Industri. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dengan 7 (tujuh) paket keahlian, Kepala Sekolah SMKN 2 Serang berharap agar anak-anak sebelum lulus sudah “dipinang” oleh Dunia Usaha Dunia Industri, agar mereka tenang menyelesaikan sekolahnya tanpa mengkhawatirkan ekonomi keluarga.

Baca Juga: SMA Labschool Wakili Indonesia dalam Youth International Model United Nations

Tentunya masih banyak yang harus dilakukan oleh Education 3 dalam melaksakan capstone project ini, akan tetapi jalan panjang yang ditempuh ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak terhadap siswa di Banten. Selain itu, diharapkan capstone project ini sebagai pilot project untuk SMK-SMK lainnya yang ada di Banten, sehingga hasil yang diharapkan dan target yang ditetapkan oleh Education 3 dapat berjalan dengan baik.

Semoga semua pihak saling berkolaborasi untuk memajukan pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia. (*)

*Dr. Efrini, M.Ed sebagai Peserta SDGS Academy 2023

Halaman:

Editor: Misbah F

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transformasi Indonesia Dinilai Berakar pada Pancasila

Selasa, 3 Oktober 2023 | 06:54 WIB

Menko PMK Dukung Kampanye di Kampus

Jumat, 29 September 2023 | 09:22 WIB
X