• Selasa, 29 November 2022

Waspadai Potensi Paparan Radikalisme Terhadap Kalangan Urban, Generasi Z dan Mereka yang Aktif di Internet

- Minggu, 4 September 2022 | 07:21 WIB


Halopedeka.com - Potensi ancaman terhadap generasi penerus bangsa terkait dengan paparan radikalisme yang masif di ruang-ruang digital harus segera disikapi. Harus ada langkah nyata untuk mencegah meluasnya nilai-nilai yang mengancam jati diri anak bangsa.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dari Komisi X DPR RI, Sabtu (3/9/2022). Ia mendorong generasi muda untuk meningkatkan literasi digital ke arah pemanfaatan yang positif guna mencegah potensi ancaman paparan radikalisme pada masa mendatang.

Menurut Rerie nama yang biasa disapa, mengutip Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dalam Forum Dialog Kebangsaan, Kamis (1/9/2022) lalu, tingginya potensi paparan radikalisme terhadap kalangan urban, generasi Z dan mereka yang aktif di internet.

"Pencegahan sedini mungkin harus segera lantaran penahapan radikalisme saat ini mulai dari keberadaan kelompok-kelompok kecil yang tidak terafiliasi kelompok teror," ujar Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem.

Baca Juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Ini Info Penting Dana Darurat yang Harus Kita Miliki

Selanjut, perlu dibangun ideologi hingga menumbuhkan fase radikalisasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatan untuk akhirnya bergabung dengan kelompok teror.

Kondisi rentannya generasi muda terpapar radikalisme harus segera disikapi dengan serius oleh para pemangku kepentingan, lewat langkah-langkah strategis.

"Ini guna menandingi derasnya arus paham radikalisme yang membanjiri ruang digital di tengah nilai-nilai kebangsaan dan nilai luhur warisan para pendiri bangsa."

Kesadaran akan maraknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita harus benar-benar dibangun agar menjadi kepedulian bersama untuk mencegah penyebarannya lebih luas lagi," ujarnya.

Baca Juga: Dianggap Melakukan Kecurangan Pemilu, Aung San Suu Kyi Divonis Penjara Tiga Tahun dan Kerja Paksa

Tujuaanya agar kesadaran yang sudah terbangun itu mampu mendorong upaya bersama untuk meningkatkan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada seluas-luasnya lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang harus menjadi prioritas.

"Membangun nilai kebangsaan dan ideologi sejak bangku sekolah perlu menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbudristek) lewat kurikulum yang mengakomodir upaya penanaman nilai kebangsaan dan ideologi sejak dini," ujar Rerie.

Halaman:

Editor: Ari Utari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ada Guru Yang Tertimpa Longsoran Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB

Waspada dan Bahaya, Dampak Penyakit Diabetes

Kamis, 24 November 2022 | 17:07 WIB

Elektabilitas Prabowo Tinggi di Kalangan Wong Cilik

Rabu, 16 November 2022 | 08:00 WIB
X