• Selasa, 7 Februari 2023

KUPI II Kuatkan Peran Ulama Perempuan dalam Membangun Peradaban yang Berkeadilan

- Selasa, 22 November 2022 | 07:00 WIB
Penutupan KUPI I, KUPII akan digelar pada 23-26 November mendatang. Foto: KUPI
Penutupan KUPI I, KUPII akan digelar pada 23-26 November mendatang. Foto: KUPI
halopedeka.com - Konferensi Internasional dan Kongres Ulama Perempuan Ulama atau KUPI II yang rencana berlangsung 23-26  November 2022 akan menjadi forum untuk meneguhkan peran ulama perempuan dalam membangun peradaban. Perhelatan yang akan dihadiri ulama perempuan dari 37 negara ini menjadi ruang untuk berefleksi sekaligus konsolidasi pengetahuan.
 
Aktivis perempuan dan juga Ketua SC Kongres Ulama Perempuan Indonesia KUPI II, Masruchah mengatakan bahwa KUPI II yang akan diselenggarakan di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah menjadi medium atau ruang  refleksi ulama perempuan, sekaligus konsolidasi pengetahuan ulama perempuan tak hanya Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Konferensi Internasional dan KUPI II akan diikuti sekitar 1500 orang dari 32 provinsi. Puluhan ulama perempuan dari 37 negara juga akan hadir di helatan akbar yang mengambil tajuk “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Membangun Peradaban yang Berkeadilan” ini.

“Lima tahun sejak kita melakukan kongres, jadi lesson learned. Gerakan KUPI juga menjadi rujukan/ referensi pengambil kebijakan. Karena KUPI telah melakukan refleksi terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat selama ini,” ujarnya saat berbicara dalam Konferensi Pers Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban yang Berkeadilan, yang diselenggarakan secara hybrid pada Senin (21/11/2022).

Baca: KUPI mengajak beragama dengan cara kekinian

Ruhah menyebut pengesahan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan pendewasaan usia perkawinan dalam revisi UU Perkawinan, serta kebijakan Kementerian Agama terkait Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama menjadikan fatwa KUPI sebagai landasan.

Hal ini tak lepas dari tiga fatwa yang dihasilkan dalam KUPI I yaitu larangan dilakukan kekerasan seksual, larangan perusakan alam dan perkawinan anak.

Sementara dalam KUPI II akan membahas lima tema krusial yang semua berorientasi pada perempuan, Paradigma dan metodologi fatwa khas KUPI menjadi salah satu dari lima poin penting yang akan dibahas pada KUPI II. 

Poin lainnya adalah peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstremisme; pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan; perlindungan perempuan dari bahaya pemaksaan perkawinan; perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan; perlindungan perempuan dari bahaya tindak pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan.

“Kelima masalah ini akan ditelaah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman perempuan,” ujar Ruhah.

Baca: Beragama dengan perspektif perempuan ala KUPI

Sekretaris SC KUPI II, Faqihuddin Abdul Kodir menegaskan KUPI II tidak akan memilih struktur kepengurusan tetapi lebih untuk mengkonsolidasi gerakan gerakan ulama perempuan selama lima tahun ke belakang dan meneguhkan peran ulama perempuan.

Halaman:

Editor: Pramesti Utami

Tags

Terkini

Paket Wisata Gratis Buat Delegasi ATF 2023

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:23 WIB

PKB Kaji Penghapusan Jabatan Gubernur, Ini Alasannya

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:00 WIB

Komisi VIII DPR Putuskan Biaya Haji pada 13 Februari

Kamis, 26 Januari 2023 | 12:00 WIB

Perkiraan Cuaca Wilayah Jabodetabek

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:59 WIB

Presiden: Usulan Kenaikan Biaya Haji Masih Dikaji

Rabu, 25 Januari 2023 | 09:00 WIB
X